Situs demonstrasi, bukan rumah sakit sungguhan; dokter dan data fiktif. Darurat: hubungi 119. Tentang situs ini

IGD 24 Jam(024) 0000 1119

Ketika tubuh terasa tidak enak, banyak orang bingung: apakah harus segera ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), atau cukup menunggu jadwal poliklinik besok? Salah memilih bisa berakibat serius. Terlalu lambat ke IGD dapat membahayakan nyawa, sedangkan memenuhi IGD dengan keluhan ringan membuat petugas lebih lama menjangkau pasien yang benar-benar kritis.

Apa itu IGD?

IGD adalah unit yang bersiaga 24 jam untuk menangani kondisi yang mengancam nyawa atau dapat menimbulkan kecacatan bila tidak segera ditolong. Pasien di IGD tidak dilayani berdasarkan urutan kedatangan, melainkan berdasarkan tingkat kegawatan. Proses penilaian ini disebut triase. Pasien dengan kondisi paling berat ditangani lebih dulu, meskipun datang belakangan.

Tanda yang sebaiknya langsung ke IGD

Segera menuju IGD terdekat, atau minta bantuan ambulans, bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami hal berikut:

  • Nyeri dada hebat atau rasa tertekan di dada, terutama bila disertai keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung.
  • Tanda stroke: wajah tidak simetris, lengan atau tungkai mendadak lemah, bicara pelo, atau penglihatan tiba-tiba terganggu.
  • Sesak napas berat, sulit berbicara karena sesak, atau bibir tampak kebiruan.
  • Perdarahan hebat yang tidak berhenti setelah ditekan beberapa menit.
  • Penurunan kesadaran, pingsan, atau kejang.
  • Cedera berat akibat kecelakaan, jatuh dari ketinggian, atau dugaan patah tulang terbuka.
  • Luka bakar luas, keracunan, atau tertelan benda berbahaya.
  • Demam pada bayi di bawah tiga bulan, atau demam tinggi pada anak yang disertai kejang.
  • Kehamilan dengan perdarahan, ketuban pecah sebelum waktunya, atau gerakan janin yang berkurang drastis.

Kondisi yang biasanya cukup ke poliklinik

Beberapa keluhan umumnya tidak mengancam nyawa dan dapat ditangani lewat janji temu dengan dokter, selama kondisi pasien stabil:

  • Batuk pilek ringan, demam ringan tanpa tanda bahaya, atau nyeri tenggorokan.
  • Kontrol rutin penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi yang terkendali.
  • Keluhan kulit ringan, gatal, atau ruam tanpa sesak dan pembengkakan wajah.
  • Nyeri otot atau sendi yang sudah berlangsung beberapa hari tanpa cedera berat.
  • Pembaruan resep, pemeriksaan kesehatan berkala, dan konsultasi gizi.

Datang ke poliklinik dengan janji temu biasanya membuat waktu tunggu lebih singkat dan Anda bertemu dokter yang sesuai dengan keluhan Anda.

Bagaimana bila ragu?

Bila Anda ragu, lebih aman memeriksakan diri. Perhatikan apakah keluhan muncul mendadak, memburuk dengan cepat, atau dirasakan sebagai yang terburuk yang pernah dialami. Ini sering menjadi petunjuk bahwa kondisi tersebut perlu penanganan segera. Anda juga dapat menelepon IGD untuk bertanya, sambil tetap bersiap menuju rumah sakit.

Yang perlu dibawa ke IGD

Dalam situasi darurat, keselamatan adalah yang utama dan dokumen dapat menyusul. Bila memungkinkan, bawa kartu identitas, kartu JKN atau asuransi, daftar obat yang sedang dikonsumsi, dan catat sejak kapan keluhan dimulai. Informasi ini membantu dokter jaga mengambil keputusan lebih cepat.

Peserta JKN tidak memerlukan rujukan untuk kondisi gawat darurat

Peserta JKN dalam kondisi gawat darurat dapat langsung ke IGD rumah sakit mana pun tanpa surat rujukan. Pendaftaran administrasi dapat diselesaikan oleh keluarga setelah pasien mendapat pertolongan pertama.

Selama menunggu bantuan

Tetap tenang, jangan memberi makan atau minum kepada orang yang tidak sadar, dan jangan memindahkan korban cedera berat tanpa perlu. Bila ada henti napas atau henti jantung, mintalah bantuan orang lain untuk menelepon ambulans sementara Anda memberikan pertolongan sesuai kemampuan.

Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat atau hubungi 119.