Situs demonstrasi, bukan rumah sakit sungguhan; dokter dan data fiktif. Darurat: hubungi 119. Tentang situs ini

IGD 24 Jam(024) 0000 1119

Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terganggu, entah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Sel otak sangat peka terhadap kekurangan oksigen, sehingga setiap menit sangat berarti. Semakin cepat pasien mendapat penanganan, semakin besar peluang mengurangi kerusakan dan kecacatan.

SeGeRa Ke RS

Kementerian Kesehatan memperkenalkan singkatan SeGeRa Ke RS untuk membantu masyarakat mengenali tanda stroke:

  • Se: Senyum tidak simetris. Salah satu sudut bibir tampak turun atau mencong saat tersenyum.
  • Ge: Gerak separuh tubuh melemah. Lengan atau tungkai di satu sisi sulit digerakkan atau terasa lemas.
  • Ra: BicaRa pelo atau tidak jelas, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan.
  • Ke: KEbas atau kesemutan pada separuh tubuh, terutama di satu sisi wajah, lengan, atau tungkai.
  • R: Rabun. Pandangan kabur, menjadi dua, atau hilang mendadak pada satu atau kedua mata.
  • S: Sakit kepala hebat yang muncul mendadak tanpa sebab yang jelas, kadang disertai muntah.

Gejala stroke biasanya muncul mendadak. Pusing berputar, gangguan keseimbangan, dan kebingungan mendadak juga dapat menyertai.

Apa yang harus dilakukan keluarga?

  1. Segera ke rumah sakit yang memiliki IGD. Hubungi ambulans atau antar pasien tanpa menunda. Jangan menunggu gejala hilang.
  2. Catat waktu gejala pertama muncul. Bila pasien baru terbangun dengan gejala, catat kapan terakhir ia terlihat normal. Informasi ini sangat menentukan pilihan terapi.
  3. Baringkan pasien dengan posisi nyaman, kepala sedikit ditinggikan bila ia sadar, dan longgarkan pakaian yang ketat.
  4. Jangan memberi makan, minum, atau obat lewat mulut, karena kemampuan menelan mungkin terganggu dan dapat menyebabkan tersedak.
  5. Jangan melakukan tindakan tradisional yang tidak terbukti, seperti menusuk ujung jari atau memijat keras, karena hanya membuang waktu berharga.
  6. Bawa daftar obat yang dikonsumsi pasien, khususnya obat pengencer darah.

Mengapa waktu begitu penting?

Pada stroke akibat sumbatan, terapi untuk membuka kembali aliran darah hanya efektif dalam jendela waktu yang terbatas setelah gejala muncul. Karena itu rumah sakit menyiapkan alur cepat untuk dugaan stroke: penilaian di IGD, pemeriksaan pencitraan otak, lalu keputusan terapi oleh dokter spesialis saraf. Semakin cepat pasien tiba, semakin banyak pilihan yang tersedia.

Faktor risiko yang bisa dikendalikan

  • Tekanan darah tinggi, penyebab terbesar stroke.
  • Diabetes dan kolesterol tinggi.
  • Merokok.
  • Gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.
  • Berat badan berlebih dan kurang bergerak.

Pemeriksaan rutin dan kepatuhan minum obat membantu mengendalikan faktor-faktor ini. Bila Anda memiliki hipertensi atau diabetes, kontrol teratur ke dokter jauh lebih baik daripada berobat hanya saat ada keluhan.

Tanda peringatan sementara

Kadang gejala stroke muncul beberapa menit lalu hilang sendiri. Kondisi ini disebut serangan iskemik transien dan sering menjadi peringatan bahwa stroke yang lebih besar dapat menyusul. Meskipun gejala sudah hilang, tetap periksakan diri segera.

Setelah stroke

Pemulihan memerlukan rehabilitasi, termasuk fisioterapi, terapi wicara, dan dukungan keluarga. Program yang dimulai lebih awal dan dijalankan konsisten membantu pasien kembali mandiri sebanyak mungkin.

Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat atau hubungi 119.